Berhenti Menyalahkan

October 14, 2013

Entrepreneurs, Tulisan Saya, Wirausaha

Tidak ada manusia yang sempurna, meskipun dia berusaha berbuat secara sempurna. Hanya manusia sombonglah yang merasa dirinya sempurna, merasa dirinya paling benar, paling besar, paling superior, dan karenanya terhindar dari kesalahan.

Menyalahkan sepertinya bukan tindakan seorang pengusaha sejati,apalagi jika sudah tidak mood,lalu mencari kesalahan,sepertinya itu salah satu hal yang membuat jiwa,kreasi dan usaha kita tidak berkembang.

Jika anda menyimak,mayoritas masyarakat di indonesia,setiap hari mendengar,melihat,membaca tentang pemerintahan dan kebanyakan responnya adalah menyalahkan,alasannya cukup sederhana,karena menyalahkan adalah pola pikir paling mudah.

Ketika terjadi kesalahan yang diluar kendali dan tidak ada unsur kesengajaan,Mayoritas orang pasti akan mencibir dengan menyalahkan tanpa bisa berpikir positif dan mencari tahu penyebabnya baru berbicara.

Ketika kita gagal, kita menyalahkan karyawan, bawahan, orang tua ,teman ,saudara sampai pemerintah, dan berkata ,” Merekalah yang telah menyebabkan penderitaan saya “.Wow.

Tugas kita sebagai seorang pengusaha atau pemimpin adalah untuk belajar menghindari kebiasaan menyalahkan dan menemukan penyebab kesalahan jika terjadi kesalahan,Karena dengan terus belajar bersikap tidak menyalahkan,kita akan menjadi seorang yang bijaksana dan menuju tangga kesuksesan sejati.

Sebahagian besar energi psikis seorang manusia akan habis seiring waktu berjalan jika mengekpresikan sikap menyalahkan.

Tantangan kita adalah melepaskan diri dari kecenderungan alami menyalahkan orang lain atas masalah kita. Dengan cara turut menyelesaikan masalah tersebut . Menjadi dewasa, Menjadi bersatu dengan kesalahan mereka dan  Berbesar hati.

Adalah jauh lebih mudah untuk menyalahkan daripada melihat kesalahan kita sendiri,Pilihan ada, namun menyalahkan tampaknya menjadi target yang lebih menggoda untuk melepaskan energi kita .

Sebenarnya konsepnya sederhana,jika terjadi kesalahan di dalam usaha yang sedang berjalan,pemilik usaha adalah anda,atau pemimpin usaha itu adalah anda,tentu kesalahan tidak sengaja yang dilakukan bawahan anda terjadi akibat kurangnya anda memberikan petunjuk tugas tentang standar kerja,atau mungkin hal lain,dan semua adalah tanggung jawab anda,anda yang mempunyai usaha,anda yang memimpin dan andalah yang menerima karyawan untuk membantu anda.

Akankah kita menuntut ibu atas apa yang terjadi kepada kita sembilan bulan sebelum kita lahir ? , Apakah Anda merasa bahwa anda ingin dilindungi dari rahim hingga ke liang lahat ?,Atau kita menyalahkan istri kita saat kita sakit paru-paru akibat kecanduan merokok dan berkata “kamu istri yang tidak bisa merawat suami “.

Tantangan berikutnya adalah dengan memanfaatkan proses ini dalam bekerja dengan tim Anda, kelompok, atau departemen. Misalnya, seperti yang kita masuk ke kelompok pemecahan masalah, Anda akan menyaksikan sebagian besar masalah yang diidentifikasi cenderung disalahkan pada keadaan di luar kendali kelompok.

Kita Terlahir Dengan Dua Mata Di Depan Wajah Kita,Karenanya Kita Tidak Boleh Selalu Melihat Ke Belakang,Tetapi Pandanglah Semua Itu Kedepan,Pandanglah Masa Depan- Rini Widayanti

, , , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

 

%d bloggers like this: