Ingin Jadi Milyarder Harus Punya Modal “BOKEK”

October 7, 2013

Agenda, Tulisan Saya

Iskandar ST mengendarai sepeda motor "Astuti" saat muncul di ruang seminar dan naik ke atas panggung untuk menjadi pembicara utama pada seminar "Modal Bokek Jadi Milyarder" di Gedung Selecta, Lantai 3, Jalan Listrik, Medan, Sabtu (5/10).

Iskandar ST mengendarai sepeda motor “Astuti” saat muncul di ruang seminar dan naik ke atas panggung untuk menjadi pembicara utama pada seminar “Modal Bokek Jadi Milyarder” di Gedung Selecta, Lantai 3, Jalan Listrik, Medan, Sabtu (5/10).

Ribuan peserta mengikuti seminar pertama dan terbesar yang membahas bagaimana menjadi pengusaha sukses bertajuk “Modal Bokek Jadi Milyarder” di Gedung Selecta, Lantai 3, Jalan Listrik, Medan, Sabtu (5/10).

Peserta berasal dari Kampus IBBI, LP3M, Universitas Medan Area yang terdiri dari kalangan dosen, mahasiswa, dan umum. Seminar yang digelar Star Motivation Media dan Big Bro Entertainment menampilkan Iskandar ST (Direktur PT Star Indonesia), David (Edu Games David), dan Eldy (Bika Ambon Zulaikha).

Iskandar yang tampil sebagai pembicara utama mengupas tentang perjalanan hidupnya sebagai anak perantauan dari keluarga yang serba kekurangan hingga akhirnya kini menjadi salah seorang entrepreneur sukses di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan.

Ia juga memotivasi para peserta tentang bagaimana menjadi seorang entrepreuner atau pengusaha serta memberikan kiat-kiat untuk bisa mencapai kesuksesan.

Kepada para peserta seminar, Iskandar menjelaskan tentang makna filosofi kata “BOKEK” sebagai isu sentral dalam seminar tersebut. Bokek yang bagi masyarakat umum artinya identik dengan tidak memiliki uang, justru menurut Iskandar adalah ‘modal utama’ yang harus dimiliki seorang entrepreneur atau pengusaha jika ingin meraih kesuksesan.

Modal BOKEK, kata Iskandar, berarti adalah Berani, Optimis, Kreatif, Empati, dan Koneksi. Lima hal itulah yang menurut Iskandar harus dimiliki seorang pengusaha jika ingin mencapai kesuksesan.

Untuk menjadi seorang pengusaha sukses hingga mencapai cita-cita menjadi seorang milyarder, katanya, dibutuhkan keberanian memutuskan untuk memulai dan keberanian untuk bangkit serta tidak malu dalam menggeluti usaha apapun.

“Banyak orang bercita-cita menjadi pengusaha tapi tak pernah terealisasi, karena tak punya keberanian membuat keputusan untuk memulai. Mereka hanya duduk memikirkan dan mempertimbangkannya. Mereka takut gagal, padahal kegagalan adalah bagian perjalanan menuju keberhasilan. Seseorang yang tak punya keberanian, bisnisnya akan rapuh,” kata pria kelahiran Langsa, Aceh Timur, tahun 1967 ini.

“Orang yang memiliki rasa optimis umurnya akan lebih panjang dan wajahnya tampak lebih awet muda. Kita harus merasa optimis terhadap usaha apapun yang kita bangun, jangan pesismis. Yang penting usaha itu halal,” ujar Iskandar yang saat tampil ke atas panggung mengendarai sepeda motor Honda Cup 70 (Astuti) yang masih tampak original.

Selain berani dan optimis, tutur alumnus Universitas Medan Area (UMA) ini, dalam menjalankan usaha dibutuhkan kreatifitas yang bisa diperoleh dari mana saja dalam mengelola bisnis tersebut. ”Kreatifitas bukan bakat, tapi sebuah pembelajaran. Banyak orang membangun usahanya dengan kreatif,” ujar pengusaha yang selalu tampil bersahaja ini.

Selanjutnya imbuh Iskandar ST, seorang pengusaha juga harus memiliki rasa empati, prihatin untuk membantu pelanggan yang merupakan bagian dari komitmen rasa tanggung jawab terhadapnya. ”Saya pernah rugi dan bangkrut dalam menjalankan usaha, namun saya juga punya komitmen untuk mempertanggungjawabkan terhadap pelanggan,” tandas Iskandar.

Yang terakhir untuk menuju menjadi seorang milyarder, ungkap Iskandar, dibutuhkan koneksi dengan berbagai pihak agar tidak gagal dalam menjalankan usaha.

”Seorang milyarder selalu membangun koneksi, yang gagal itu karena selalu bekerja sendiri,” sebut Iskandar yang memiliki sejumlah perusahaan mulai dari jasa periklanan, hiburan, event organizer, properti, otomotif, transportasi, hingga perusahaan media cetak, media onliner, dan radio ini.

Sementara itu pembicara lainnya, David dari Edu Games dan Eldy dari Bika Ambon Zulaikha menekankan pentingnya memulai usaha dari yang kecil dan berani melakukan penyempurnaan terhadap kekurangan-kekurangan terhadap produk yang dimiliki agar bisa menjadi sebuah perusahaan yang go internasional.

“Kita harus berani memulai usaha dari yang kecil, menyempurnakan produk dan memodifikasi produk sesuai permintaan dan keinginan pelanggan,” ungkap Eldy.

 

 

No comments yet.

Leave a Reply

 

%d bloggers like this: