Iskandar ST Jenguk Korban Trafficking Asal NTT

March 4, 2014

Agenda

trafickingPenderitaan belasan wanita asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban perdagangan manusia (trafficking) hingga sampai ada yang meninggal dunia karena sakit akibat disekap dan dipekerjakan tanpa gaji selama tiga tahun, ternyata mendapat perhatian khusus dari Iskandar ST.

Senin (3/3) siang, pria yang akrab disapa dengan Bang Is itu secara khusus menyambangi Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumut tempat para korban ditampung sementara sebelum nantinya dipulangkan ke kampung halamannya di NTT.

Diungkapkannya, kejadian yang menimpa 18 wanita asal NTT ini bahkan ada yang masih berusia di bawah 18 tahun sama persis dengan kejadian yang menimpa seorang tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia di Malaysia sekitar dua bulan lalu. “Syukurnya, kita berhasil memulangkan TKW tersebut dari Malaysia,” ujarnya.

Iskandar berharap dengan kejadian yang dialami 18 wanita asal NTT ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak khususnya masyarakat agar semakin berhati-hati bila mendapat tawaran dari calo-calo tenaga kerja yang kerap mencari ‘mangsa’ hingga ke pelosok-pelosok desa.

“Jangan mudah terbujuk rayu calo untuk dipekerjakan ke luar kota, apalagi ke luar negeri, hanya karena iming-iming gaji lumayan yang belum tentu jelas kebenarannya,” imbaunya.

Di pihak lain, Iskandar meminta pemerintah, aparat penegak hukum, dan pihak berkompeten lainnya agar menindak tegas dan menghukum seberat-beratnya para pelaku yang telah menyengsarakan belasan wanita asal NTT tersebut.

Ia juga berharap agar agen-agen penyalur tenaga kerja ini benar-benar didata dan diawasi pemerintah secara sungguh-sungguh, agar tidak terulang lagi ada warga jadi korban penipuan agen atau calo tenaga kerja.

No comments yet.

Leave a Reply

 

%d bloggers like this: