Memotivasi Peserta Pendidikan Kewirausahaan Berani Jadi Wirausahawan

December 27, 2013

Agenda

Iskandar ST saat berbicara di depan ratusan peserta Pendidikan Kewirausahaan Bagi Masyarakat Miskin dan Pencari Kerja yang diadakan LSM Education Watch Sumut di Aula Binagraha Pemprovsu, Jalan Diponegoro, Medan, Sabtu (21/12)

Iskandar ST saat berbicara di depan ratusan peserta Pendidikan Kewirausahaan Bagi Masyarakat Miskin dan Pencari Kerja yang diadakan LSM Education Watch Sumut di Aula Binagraha Pemprovsu, Jalan Diponegoro, Medan, Sabtu (21/12)

Direktur PT Star Indonesia Iskandar ST memotivasi ratusan peserta Pendidikan Kewirausahaan Bagi Masyarakat Miskin dan Pencari Kerja untuk berani terjun menjadi wirausahawan.

Kegiatan itu diadakan LSM Education Watch Sumatera Utara di Aula Binagraha Pemprovsu, Jalan Diponegoro, Medan, Sabtu (21/12) lalu. Selain Iskandar, tampil pula Kholilul Kholik SH MM MH–seorang dosen dan konsultan manajemen–sebagai pembicara.

Menurut motivator pencetus slogan “Modal BOKEK Jadi Milyarder” itu potensi sumber daya alam Indonesia sangat kaya, sehingga sangat banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk berwirausaha.

Sayangnya, kebanyakan orang-orang terdidik di Indonesia justru lebih suka berpikir mencari pekerjaaan dengan menjadi pegawai negeri atau buruh swasta. Bukan menciptakan lapangan kerja, paling tidak untuk dirinya sendiri.

Ia menyebut, saat ini Indonesia baru memiliki sekitar 2-4 persen saja pengusaha dari total jumlah penduduk yang mencapai lebih 250 juta jiwa. Padahal 10 orang terkaya di Indonesia adalah pengusaha, bukan pejabat.

Ia mengatakan untuk menjadi pengusaha cukup dengan modal “BOKEK.” BOKEK yang bagi masyarakat umum identik dengan tidak punya uang, justru menurutnya adalah ‘modal utama’ yang harus dimiliki seorang  pengusaha jika ingin meraih kesuksesan.

BOKEK yang dia maksudkan adalah singkatan dari Berani, Optimis, Kreatif, Empati, dan Koneksi.

“Banyak orang bercita-cita menjadi pengusaha tapi tak pernah terealisasi, karena tak punya keberanian membuat keputusan untuk memulai. Mereka hanya duduk memikirkan dan mempertimbangkannya. Mereka takut gagal, padahal kegagalan adalah bagian perjalanan menuju keberhasilan. Seseorang yang tak punya keberanian, bisnisnya akan rapuh,” katanya.

Seorang pengusaha harus punya rasa optimis. Sebab, rasa optimis akan membuat seseorang hidupnya lebih bersemangat dan bergairah. Hidup menjadi lebih sehat, umur lebih panjang, dan wajah awet muda.
Kemudian dalam menjalankan usaha juga dibutuhkan kreatifitas.

“Kreatifitas itu bukan bakat, tapi sebuah pembelajaran. Banyak orang sukses membangun usahanya karena dia kreatif,” kata pria kelahiran Langsa 46 tahun silam pemilik Harian Andalas, KPKPos, Radio Starnews 102,6 FM, dan Starberita.com dengan bendera Starmedia Group itu.

Seorang pengusaha juga harus memiliki rasa empati. Ikut merasakan kesusahan yang dialami pelanggan dan ikut membantunya sebagai bagian dari tanggung jawab sosial. Menurutnya tidak selamanya berbisnis itu harus selalu untung. Tetapi bagaimana komitmen hubungan bisnis dengan pelanggan bisa terus terjaga.

“Yang terakhir, untuk menjadi pengusaha sukses dibutuhkan koneksi. Banyak pengusaha mengalami kegagalan dalam berbisnis karena selalu bekerja sendiri. Tidak membangun jaringan atau koneksi,” sebut pemilik sejumlah perusahaan di bidang jasa periklanan, hiburan, event organizer, properti, otomotif, dan transportasi itu.

Sebelumnya, Anggota DPD RI Prof Dr Ir Hj Darmayanti Lubis yang juga selalu Pembina LSM Education Watch Sumut mengatakan bahwa era globalisasi sangat menuntut kewirausahaan harus berbasis Iptek. Jika tidak, dunia wirausaha Indonesia akan tertinggal karena ketatnya persaingan terutama dengan negara-negara tetangga.

“Cara tradisional tidak begitu lagi dilakukan. Misalnya dodol, sudah harus berwawasan Iptek, tahan lama, diekspor dan kemasannya harus lebih menarik,” sebutnya di acara yang juga dihadiri M Azhar Harahap dari Dinas Koperasi dan UKM Sumut itu.

Ia juga mengakui potensi kewirausahaan di Indonesia sangat kaya.  Sumber daya manusia (SDM) Sumut juga luar biasa. Namun kenapa Sumut bisa kalah dengan provinsi lain dalam mengembangkan kewirausahaan.

Direktur Eksekutif LSM Education Watch Endra Wijaya Putra SSos mengatakan masyarakat sekarang ini hanya berpikir instan untuk mendapatkan pekerjaan yakni menjadi PNS atau buruh swasta.

“Kalau pun ada berwirausaha akibat tidak diterima kerja. Jarang sekali muncul dari diri sendiri untuk menjadi wirausaha. Dengan kegiatan ini kita ubah cara pikir untuk mandiri karena tingkat pendapatan berwirausaha tidak dibatasi siapapun. Kalau kita PNS (pendapatan) sudah diatur dan harus mengikuti jenjang karier,” ungkap Endra.

Jangan Menunggu Keadaan Ideal,Jangan Juga Menunggu Peluang-Peluang Terbaik,Karena Keduanya Tidak Pernah Datang Jika Ditunggu .- Janet Erskine Stuart

No comments yet.

Leave a Reply

 

%d bloggers like this: