Pelaku Wirausaha Yang Belum Merdeka

November 16, 2013

Entrepreneurs, Wirausaha

Indonesia adalah negara yang sudah merdeka. Dengan kumpulan pulau di dalamnya. Masyarakat yang berjuta – juta jumlahnya, dan kekayaan alam serta lautnya yang melimpah pula. Namun dari fakta – fakta itu, masih ada satu hal yang kurang begitu enak didengarnya. Yaitu dunia usaha yang belum sepenuhnya merdeka.

Para pengusaha seyogiaya sudah merasakannya selama 68 tahun, sejak Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan negeri ini pada 17 Agustus 1945. Mereka menjadi tangguh, baik kuantitas maupun kualitas. Pendapatan masyarakat meningkat. Perekonomian negeri ini pun tumbuh dan menjadi kuat.

Sayang, realitanya tidak seideal itu. Survei entrepreneur Bank Dunia menunjukkan jumlah pengusaha di Indonesia hanya 1,56 persen dari total penduduk, padahal satu negara membutuhkan minimal 2 persen pengusaha untuk mencapai kemajuan ekonomi. Buktinya, survei itu menunjukkan, pendapatan perkapita Indonesia kalah dari beberapa negara tetangga. Lihat saja, Malaysia memiliki pendapatan perkapita sekira US$9.650, Thailand US$8.050, bahkan Singapura mencapai US$ 48.500, sedangkan pendapatan perkapita Indonesia baru sekira US$3.450 saat ini.

Tingkat pendapatan itu dicapai Malaysia karena memiliki 4 persen pengusaha dari total penduduknya, demikian pula Thailand mempunyai 4,1 persen pengusaha, sedangkan di Singapura tercatat sekira 7 persen dari total penduduknya adalah pengusaha. Padahal, selain Thailand, Malaysia dan Singapura yang berusia lebih muda dari Indonesia, masing-masing baru mencapai kemerdekaan 31 Agustus 1957 dan 9 Agustus 1965.

Indonesia harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan ekonomi dari tiga negara jiran terdekat tersebut. Soalnya, meski duluan merdeka dibandingkan Malaysia dan Singapura, toh Indonesia terbilang lamban membangun semangat kewirausahaan di masyarakat.

Makanya, para pengusaha di Indonesia perlu didorong untuk terus maju dengan mengeliminasi berbagai hambatan bisnis. Misalnya, permudah perizinan usaha dan investasi, jamin pasokan energi, bangun infrastruktur, berikan insentif pajak dan sebagainya.

Selama ini masalah perizinan, pasokan energi, infrastruktur, dan pajak selalu dikeluhkan pengusaha maupun masyarakat yang ingin memulai berwirausaha. Mereka seolah belum merdeka untuk berusaha karena berbagai permasalahan itu. Contohnya, lihatlah pengalaman pengusaha industri di Medan.

Mereka tidak bebas menentukan kapasitas produksi, karena sangat tergantung pada pasokan gas sebagai energi industri dari PT Pertamina dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang semakin seret saja. Begitu pua listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kerap “hidup mati” sesuka hatinya dengan alasan defisit daya. Padahal di negara lain, sebagai pelanggan yang membiayai perusahaan pemasok gas dan listrik, para pengusaha industri lah yang menentukan kapan pasokan energi tersebut boleh berhenti atau menyala kembali supaya tidak mengganggu operasional perusahaan.

Indonesia memang berbeda. Tapi makna merdeka seharusnya seragam di belahan dunia manapun, yaitu bebas dalam arti tidak terikat atau tidak tergantung kepada pihak tertentu, termasuk PLN dan perusahaan penghasil dan pemasok gas.

Karena itu, kalau Indonesia sudi menyeragamkan makna kemerdekaan dengan pemahaman tersebut, mungkin para pengusaha akan merdeka mengekspresikan semangat kewirausahaan masing-masing. Lalu, pelan-pelan kita akan mencapai proporsi pengusaha yang ideal untuk membangun ekonomi negeri ini, setara dengan Malaysia, Thailand, Singapura dan negara maju lainnya.

Pengusaha adalah orang yang mempunyai sebuah usaha. Apabila di negeri ini angka pengusahanya tinggi, maka angka pengangguran dapat ditekan atau rendah. Karena tersedianya lapangan yang cukup yang disebabkan oleh banyaknya pengusaha yang mendirikan usahanya di negeri ini. Semoga dengan banyaknya pengusaha, maka akan semakin sejahtera dan merdeka pula rakyat Indonesia.(MB)

Resep Sukses Adalah Belajar Saat Orang Lain Tidur,Bekerja Saat Orang Lain Malas-Malasan ,dan Bersiap Saat Orang Lain Sedang Asik Bermain-Main.- Nadia

, , , , , , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

 

%d bloggers like this: